Friday, February 22, 2008

My Traveling - Taman Sari

DSC00114_thumb3060608.Saat tiba di TamanSari, imajinasi kami berlarian di masa lampau (walaupun kita-kita belum lahir saat itu (he..he) Taman sari yang sekali lagi menurut Guide-nya,  merupakan tempat atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Ada bangunan lain selain Taman Sari di Kesultanan Yogyakata yaitu Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan DSC00129_thumb1Ambarukmo. Semuanya merupakan tempat tetirah dan bersemadi Sri Sultan dan keluarga. Setiap bangunan yang merupakan tempat peristirahatan tersebut, tampak sekali sebagai pesanggrahan-pesanggrahan DSC00116_thumb3yang memiliki unsur pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari. Daerah Tamansari konon dipergunakan untuk tempat pelarian bawah tanah apabila musuh telah mendekati wilayah kratonTamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M bukan sekedar taman kerajaan, tapi juga merupakanDSC00121_thumb2 kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar. . Konon kala itu wilayah tamansari dari kejauhan tampak sebagai bangunan yang dikelilingi oleh air (saat kanal air dibuka), hal ini untuk mengecoh musuh, padahal sebenarnya di bawah bangunan tamansari terdapat ruangan-ruangan khusus, lorong dan tempat bersembahyang (mesjid ) DSC00128_thumb2yang juga sekaligus berfungsi sebagai akses bawah tanah agar bisa lari dari kejaran musuh di kala itu. Tamansari terletak sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, jadi wajarlah jika beberapa bagian bangunan tampak arsitektur bangunan yang berbau Eropa, namun demikian simbol-simbol bermakna keJawaan tetap dipertahankan.

Lihat selengkapnya sejarah TamanSari

DSC00118_thumb3DSC00064_thumbDSC00115_thumb1DSC00117_thumb1DSC00118_thumb4DSC00119_thumb1DSC00120_thumb1DSC00122_thumb1DSC00123_thumb2DSC00124_thumb2DSC00127_thumbDSC00130_thumb